Jelang Tahun Ajaran Baru, ITICM Matangkan Rancangan Pembelajaran OBE dan Standar Portofolio

Jelang Tahun Ajaran Baru, ITICM Matangkan Rancangan Pembelajaran OBE dan Standar Portofolio

SIDOARJO - Di bawah kepemimpinan Rektor Dr. Sudoto, M.E., Institut Teknologi Insan Cendekia Mandiri (ITICM) terus berupaya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan civitas academica. Kali ini, Kampus Technopreneur menggelar Workshop Persiapan Tahun Ajaran Baru Ganjil 2026/2027 pada Selasa (15/9/2026) pukul 14.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Kelompok Bidang Minat (KBM) Lantai 4 kampus ITICM. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran dosen ITICM dengan agenda utama persiapan perkuliahan dan pembagian beban mengajar untuk semester ganjil mendatang.

Dalam sambutannya, Rektor Dr. Sudoto, M.E. menegaskan bahwa Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang menjadi tema workshop kali ini harus dipandang sebagai instrumen proses pembelajaran, bukan beban administrasi.

"Ini kan temanya RPS. Harapan saya jangan kita jadikan suatu beban administrasi, tapi sebagai instrumen proses pembelajaran. Dari alat ini kita menghasilkan anak didik yang mempunyai kompetensi," ujar Sudoto.

Ia juga menyoroti pergeseran paradigma pengajaran, dari yang semula berfokus pada aktivitas mengajar dosen, kini bergeser ke capaian mahasiswa.

"Mengajar dulu dan sekarang mengalami perubahan paradigma. Fokusnya dulu mengajar, tapi sekarang fokusnya pada mahasiswa, bagaimana outcome pada mahasiswa. Intinya, bagaimana mahasiswa punya kompetensi yang bisa diukur. Itu semua alat ukur, kompatibel atau tidak dengan kebutuhan di lapangan, kompatibel dengan kebutuhan zaman, dunia kerja," jelasnya.

Sudoto menambahkan bahwa ilmu teknik pada dasarnya berbasis empirisme, bukan semata rasionalisme, sehingga pengalaman mahasiswa dalam proses pembelajaran menjadi penting.

"Ilmu teknik basisnya lebih besar kepada empirisme, berdasarkan pengalaman terhadap apa yang kita lakukan. Bagaimana anak-anak kita punya pengalaman dalam proses pembelajaran. Dalam perjalanan prosesnya tentu kita bisa berkolaborasi dengan dosen praktisi, bisa kita sinergikan. Makanya ada praktikum, ada andil dari praktisi. Nantinya bisa kita ukur, outcome-nya itu mempunyai kompetensi. Kalau kompetensi masih bingung, belum diukur, jerih payah kita tidak berdasarkan OBE, O-nya yang menantang," tegas Sudoto.

Sementara itu, Wakil Rektor I Prof. Dr. Ir. Julianus Hutabarat, M.S.I.E. melanjutkan pemaparan dengan menekankan pentingnya menerjemahkan arahan rektor ke dalam kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE).

"Poin penting yang disampaikan Pak Rektor tadi adalah bagaimana mengakomodasi RPS, menerjemahkan itu, bagaimana mengukur kurikulum OBE. Kita harus memahami dengan baik profil lulusan yang kita hasilkan di masing-masing prodi," kata Julianus.

Ia mencontohkan Program Studi Teknik Logistik yang menetapkan tiga profil lulusan.
"Di Logistik, profilnya ingin menjadi praktisi logistik profesional, ada logistik technopreneur, dan yang terakhir logistik akademik. Tiga hal itu di Logistik, berarti itu kompetensi yang diharapkan. Bisnis Digital harus punya profil lulusan, Informatika harus punya. Misalnya di Bisnis Digital, konten kreator yang unggul, kita harus mampu menerjemahkan itu," ujarnya.

Prof. Juli menyebut kurikulum ITICM saat ini sudah perlu diperbarui. "Saat ini kurikulum kita sudah habis masanya, sehingga perlu diperbaiki. Kaprodi bisa menindaklanjuti bagaimana membuat kurikulum dan pedoman akademik di masing-masing prodi. Ketika sudah tahu profil lulusan, maka harus mengetahui capaian pembelajaran lulusan atau CPL," jelasnya.

Ia memberi contoh perhitungan CPL berdasarkan profil lulusan dan standar nasional. "Contoh, kalau saya ingin menjadikan praktisi logistik profesional, kira-kira capaian pembelajaran apa? Kalau profil lulusan ada tiga, CPL minimal tiga. Kalau kita sarjana, ada standar nasional KKNI, kita di level 6. Level 6 itu mampu mendesain, menganalisis, sehingga capaian akhirnya adalah capstone project. Mata kuliah keahlian harus mengarah ke sana," pungkas Prof. Juli.

Workshop ini turut menghadirkan Kepala Lembaga Penjamin Mutu (LPM) Nurul Aisah, S.E., M.M. yang memaparkan template RPS dan portofolio standar ITICM, serta Kaprodi Informatika Ari Widianto, S.Kom., M.Kom. yang memberikan contoh penyusunan sistem pembelajaran, RPS, dan portofolio berbasis OBE serta berbasis AI. Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab sebelum acara resmi diakhiri oleh panitia.

Penulis: Arvendo Mahardika, S.Pd., M.M., Kepala LPPM, Kerja Sama, dan Inkubator Bisnis ITICM
icon

Ada Pertanyaan

Hubungi Kami Untuk Pengalaman Tebaik Anda

Hubungi Kami
Image


Profil ITICM
img
img
img
Brosur

Entrepreneur Muda ?

Bentuk diri anda di lingkungan yang cepat dan tepat.

Brosur Daftar Sekarang
img
Partner Kami

Bersinergi Membangun Negeri