Kunjungi SMK Pelayaran Bhakti Samudera Surabaya, ITICM Dorong Lulusan Lanjut S-1 agar Siap 'Plug and Play' di Dunia Kerja
SURABAYA – Menyongsong persaingan dunia kerja yang semakin ketat, Institut Teknologi Insan Cendekia Mandiri (ITICM) Sidoarjo melakukan langkah proaktif dengan jemput bola ke sekolah-sekolah vokasi. Pada Selasa, 18 Agustus 2026, rombongan ITICM bersama pakar logistik Iko Sukma Handriandianto menyambangi SMK Pelayaran Bhakti Samudera Surabaya untuk memberikan pembekalan sekaligus sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB).
Kunjungan ini dihadiri oleh jajaran strategis ITICM, di antaranya Kepala BAAK Salsabil Fadilah Firdaus, A.Md.Pjk., S.Sos., M.Sos., C.PR, CICoR; Kaprodi S-1 Teknik Logistik Sutrisno Harianto, S.T., M.T.; Kaprodi S-1 Informatika Ari Widianto, S.Kom., M.Kom.; serta Kepala Unit Sumber Daya Manusia, Kemahasiswaan, dan Alumni sekaligus dosen S-1 Teknik Logistik Akhmad Nidhomuz Zaman, S.T., M.T.
Setibanya di lokasi, rombongan ITICM diterima langsung oleh Kepala SMK Pelayaran Bhakti Samudera, Brachmantyo Rahman P, ATT-III, M.T. Kehadiran tim kemudian disambut antusias oleh puluhan siswa, khususnya dari kelas 12 dan sebagian kelas 11 yang berasal dari tiga program keahlian unggulan sekolah tersebut, yakni Nautika Kapal Niaga, Teknika Kapal Niaga, dan Teknik Logistik.
Dalam sesi pembekalan, pakar logistik Iko Sukma Handriandianto menekankan pentingnya kesiapan mental dan kompetensi teknis bagi para siswa SMK yang bersiap memasuki gerbang industri. Menurutnya, industri kemaritiman dan supply chain saat ini membutuhkan tenaga kerja yang adaptif.
"Industri saat ini bergerak sangat dinamis. Dunia usaha tidak lagi punya banyak waktu untuk melakukan training dasar. Mereka mencari SDM yang plug and play. Artinya, begitu kalian masuk ke perusahaan, kalian sudah siap pakai, adaptif, paham medan, dan langsung bisa menyetel dengan ritme kerja di lapangan," terang Iko Sukma memotivasi para siswa.
Kompetensi Tidak Boleh Berhenti di SMK
Menyambung pemaparan tersebut, Kaprodi S-1 Informatika ITICM, Ari Widianto, mengingatkan para siswa bahwa tempaan keilmuan di SMK memang menjadi modal awal yang sangat bagus. Namun, untuk bisa meraih jenjang karier di level manajerial, bekal ijazah SMK dinilai belum cukup.
"Secara keilmuan dan mental, lulusan SMK memang disiapkan untuk langsung bekerja. Tetapi ingat, kesiapan di dunia kerja itu tidak boleh berhenti hanya di level SMK. Untuk bisa menembus posisi strategis, kalian perlu memperdalam ilmu ke jenjang Strata 1 (S-1). Di sinilah ITICM hadir memfasilitasi kebutuhan tersebut," papar Ari Widianto.
Pernyataan ini diperkuat oleh Kaprodi S-1 Teknik Logistik, Sutrisno Harianto. Ia menyoroti betapa liniernya jurusan yang ada di SMK Pelayaran Bhakti Samudera dengan prodi yang ditawarkan oleh ITICM.
"Bagi adik-adik dari jurusan Nautika, Teknika, apalagi Teknik Logistik, keilmuan kalian ini sangat relate dan linier dengan prodi S-1 Teknik Logistik di ITICM. Di bangku kuliah nanti, pemahaman teknis kalian akan dikembangkan lebih luas ke arah manajerial, seperti manajemen supply chain, tata kelola pelabuhan, hingga efisiensi distribusi barang," urai Sutrisno.
Pentingnya Karakter dan Dukungan Kampus
Di sisi lain, pembentukan mental dan karakter juga menjadi sorotan. Kepala Unit SDM ITICM, Akhmad Nidhomuz Zaman, mengapresiasi kedisiplinan yang biasanya sudah melekat pada siswa SMK Pelayaran.
"Lulusan SMK Pelayaran sudah punya modal kedisiplinan dasar yang luar biasa. Di ITICM, kami tidak hanya akan mentransfer hard skill, tapi juga memoles soft skill, etika kerja, problem solving, dan kepemimpinan agar kalian menjadi SDM yang tangguh menghadapi tekanan di dunia industri sesungguhnya," pesan Nidhom.
Sebagai wujud komitmen kampus, ITICM memastikan akan memberikan berbagai kemudahan bagi para siswa yang ingin melanjutkan studi. Kepala BAAK ITICM, Salsabil Fadilah Firdaus, meyakinkan para siswa agar tidak ragu melangkah ke jenjang pendidikan tinggi.
"Kami sangat memahami bahwa semangat adik-adik untuk lanjut kuliah sering kali berbenturan dengan pertimbangan administrasi atau biaya. Oleh karena itu, BAAK ITICM siap mendampingi proses pendaftaran kalian, termasuk memfasilitasi berbagai informasi beasiswa yang ada di kampus, agar impian meraih gelar sarjana tidak terhenti di tengah jalan," pungkas Salsabil.
Melalui sinergi antara akademisi dan praktisi ini, ITICM berharap dapat mencetak lulusan sarjana yang tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga memiliki mentalitas tangguh yang siap menjawab tantangan industri logistik maritim di masa depan.
Penulis: Arvendo Mahardika, S.Pd., M.M., Kepala LPPM, Kerja Sama, dan Inkubator Bisnis ITICM
