Pecahkan Masalah Industri hingga Naikkan Efisiensi 50 Persen, Riset Mahasiswa Teknik Logistik ITICM Panen Pujian
SIDOARJO – Program Studi S-1 Teknik Logistik Institut Teknologi Insan Cendekia Mandiri (ITICM) kembali membuktikan kualitas mahasiswanya melalui agenda rutin Seminar Hasil (Semhas), pada Rabu, 17 Juni 2026. Menariknya, pemaparan karya ilmiah dalam ajang yang turut ditinjau langsung oleh Rektor ITICM, Dr. Sudoto, M.E., ini tidak sekadar berisi teori akademis, melainkan didominasi oleh riset terapan yang sukses memberikan solusi konkret bagi berbagai masalah di sektor industri nyata.
Kepala Program Studi (Kaprodi) S-1 Teknik Logistik ITICM, Sutrisno Harianto, S.T., M.T., menjelaskan bahwa pelaksanaan Semhas ini dijadwalkan secara ketat demi mengawal ketepatan waktu kelulusan mahasiswa. Langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral dari pihak kampus, mengingat banyaknya mahasiswa yang tercatat sebagai penerima beasiswa.
"Agenda rutin Semhas ini kita laksanakan sesuai dengan jadwal yang memang sudah kita rencanakan sebelumnya. Artinya, masa studi sejak masuk hingga lulus itu sesuai. Bahkan kemarin ada yang tidak sampai 8 semester atau cuma 3,5 tahun itu sudah selesai. Rata-rata mahasiswa kita banyak yang dapat beasiswa. Untuk itu makanya kita harus on time. Karena ketika kita tidak on time, beasiswa itu nanti ada kompensasi yang harus dibayar" jelas Sutrisno saat dikonfirmasi pada Kamis, 18 Juni 2026.
Kualitas riset yang disajikan dalam Semhas kali ini menuai banyak apresiasi. Berbagai temuan memukau yang dipaparkan terbukti sukses mengurai permasalahan riil di lapangan. Sebagai contoh, berawal dari pengalaman magang di salah satu perusahaan jasa angkut udara, seorang mahasiswa sukses merombak tata letak gudang kargo yang awalnya semrawut menjadi jauh lebih sistematis. Hasilnya luar biasa, efisiensi pergerakan arus barang meningkat tajam hingga menyentuh angka 45 sampai 50 persen.
Temuan cemerlang lainnya datang dari penerapan sistem program Manhattan Associate yang dibandingkan dengan SAP Extended Warehouse Management untuk perbandingan efisiensi operasional di perusahaan Astra Otoparts Tbk. Sidoarjo yang berhasil mengurai kendala trial and error pada sistem operasional baru. Tidak hanya berfokus pada korporasi besar, para mahasiswa juga merancang sistem distribusi komoditas sayur di pasar agar tetap segar, memetakan distribusi hasil panen padi ke Bulog, serta mengkaji optimalisasi pasokan logistik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Dari sekian banyak judul, anak-anak mahasiswa ini luar biasa sekali. Mereka benar-benar sudah turun gunung sesuai dengan keilmuannya. Temuan mereka bukan hanya sebuah tulisan, tapi nanti ke depannya akan menjadikan sebuah sistem rantai pasok distribusi yang luar biasa," puji Sutrisno mengapresiasi mahasiswanya yang sebagian besar memang sudah bekerja.
Kematangan riset ini turut mendapat pengakuan langsung dari Prof. Dr. Ir. Julianus Hutabarat, M.S.I.E., salah satu Guru Besar ITICM. Guru besar yang akrab disapa Prof. Juli tersebut sangat mengapresiasi kemampuan mahasiswa yang tidak hanya kuat di tataran penguasaan teori, tetapi juga sangat adaptif dalam menerapkan keilmuannya pada pekerjaan sehari-hari.
Melihat kompetensi unggul yang ditunjukkan mahasiswanya, Kaprodi Teknik Logistik ITICM tersebut sangat optimis terhadap tingkat serapan kerja lulusannya kelak. Ia pun mengajak generasi muda untuk tidak ragu memilih jalur karier di sektor strategis ini.
"Di teknik logistik ini memang sangat terbatas sekali untuk kompetensinya dan sangat terbuka sekali untuk peluang pekerjaannya. Ke depannya kita mengajak teman-teman lulusan SMK/SMA sederajat, jangan sungkan untuk masuk teknik logistik. Karena di semua bidang, semua pekerjaan, bahkan semua departemen itu membutuhkan yang namanya logistik. Kita mulai dari hulu sampai hilir belajar di sana," tutupnya.
Penulis: Arvendo Mahardika, S.Pd., M.M., Kepala LPPM, Kerja Sama, dan Inkubator Bisnis ITICM Sidoarjo
