Perkuat Struktur Kelembagaan, ITICM Sidoarjo Tetapkan Lima Pejabat Baru
SIDOARJO – Institut Teknologi Insan Cendekia Mandiri (ITICM) Sidoarjo kembali melakukan penyegaran dan penguatan struktur kelembagaan internal. Sebanyak lima dosen dan pimpinan secara resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan guna mengisi posisi strategis di lingkungan kampus pada Kamis, 11 Juni 2026.
Prosesi pembacaan SK penetapan pejabat baru tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Rektor ITICM, Prof. Dr. Ir. Julianus Hutabarat, M.S.I.E. Langkah pembaruan struktur ini diambil sebagai upaya nyata kampus dalam mengakselerasi peningkatan mutu layanan, akademik, dan tata kelola institusi.
Adapun kelima pejabat baru yang resmi ditetapkan untuk mengemban amanah di ITICM adalah sebagai berikut:
- Nurul Aisah, S.E., M.M. (Dosen Bisnis Digital) ditunjuk sebagai Kepala Lembaga Penjaminan Mutu.
- Salsabil Fadilah Firdaus, A.Md.Pjk., S.Sos., M.Sos., C.PR, CICoR (Dosen Bisnis Digital) ditunjuk sebagai Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) sekaligus Kepala Laboratorium Bisnis Digital.
- Arvendo Mahardika, S.Pd., M.M. (Dosen Bisnis Digital) ditunjuk sebagai Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Kerja Sama, dan Inkubator Bisnis.
- Akhmad Nidhomuz Zaman, S.T., M.T. (Dosen Teknik Logistik) ditunjuk sebagai Kepala Unit SDM dan Alumni.
- Trian Basofi Rohman, S.Si., M.Kom. (Dosen Informatika) ditunjuk sebagai Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Media Sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor ITICM, Dr. Sudoto, M.E., langsung memberikan arahan dan suntikan semangat kepada jajaran pejabat yang baru. Ia menitipkan pesan agar formasi baru ini segera merapatkan barisan untuk bekerja nyata.
"Atas nama pimpinan ITICM mengucapkan selamat kepada penerima SK pada hari ini. Sangat besar harapan kami untuk bisa bekerja sama, untuk bisa berkolaborasi, untuk bisa bersinergi. SK ini adalah bentuk amanah yang nanti perlu kita pertanggungjawabkan," tutur Dr. Sudoto.
Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa penetapan amanah strategis ini bukan sekadar rotasi biasa, melainkan bagian dari desain besar ITICM untuk menghadapi tantangan pendidikan tinggi masa depan, yakni menjadi perguruan tinggi yang mandiri dan berkualitas.
"Sehingga ITICM ini menjadi lebih maju berkembang untuk membangun ITICM ini sebagai kampus yang punya kemandirian, termasuk menjadi kampus yang terakreditasi unggul," tegasnya di hadapan para pimpinan.
Menutup arahannya, Dr. Sudoto mengingatkan bahwa SK yang diterima adalah wujud tanggung jawab moral dan profesional yang dampaknya harus bisa dirasakan langsung oleh seluruh elemen kampus, terutama para mahasiswa.
"Ada di pundak-pundak kita ini tanggung jawab. Semoga SK ini punya manfaat, bagi pengembangan kampus, dan anak-anak didik kita," pungkas Dr. Sudoto.
