Pesan Kemerdekaan Rektor ITICM untuk Gen Z: Fokus Cari Jati Diri di Tengah Overload Informasi

Pesan Kemerdekaan Rektor ITICM untuk Gen Z: Fokus Cari Jati Diri di Tengah Overload Informasi

SIDOARJO – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum penting bagi institusi pendidikan tinggi untuk merefleksikan kembali perannya dalam membangun bangsa. Rektor Institut Teknologi Insan Cendekia Mandiri (ITICM), Dr. Sudoto, M.E., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dan tidak boleh hanya berdiam diri melihat perubahan zaman.

Menurut Sudoto, makna kemerdekaan di era modern ini harus diterjemahkan menjadi sebuah aksi nyata yang membawa dampak positif bagi masyarakat luas.

"Pesan untuk seluruh civitas academica ITICM, bahwa kampus bukan penonton kemerdekaan. Kampus adalah penggeraknya," tegas Sudoto, saat dikonfirmasi pada Senin, 17 Agustus 2026.

Bagi rektor, kemerdekaan di lingkungan akademik berarti hilangnya sekat-sekat yang membatasi potensi diri. Kemerdekaan sejati adalah kebebasan tanpa batas untuk melahirkan gagasan-gagasan kreatif.

"Kemerdekaan punya makna kebebasan tanpa batas untuk gagasan kreatif, merdeka berpikir, merdeka berinovasi, dan menciptakan karya yang memberi dampak nyata. Di kampus, hal ini diwujudkan lewat riset yang solutif, transformasi akademik, dan inkubasi inovasi," paparnya.

Empat Pilar Kemerdekaan Mahasiswa

Sebagai penggerak kemerdekaan, ITICM juga memiliki formula khusus dalam mengimplementasikan semangat tersebut kepada para mahasiswanya. Sudoto membaginya ke dalam empat pilar utama kebebasan, yakni merdeka pemikiran, merdeka ilmu, merdeka sikap, dan merdeka aksi.

Merdeka pemikiran menuntut mahasiswa untuk selalu kritis, kreatif, dan inovatif. Sementara itu, merdeka ilmu berarti mahasiswa harus memiliki semangat untuk terus belajar dan melepaskan diri dari belenggu kebodohan.

Lebih dari sekadar pintar secara intelektual, mahasiswa juga harus memiliki "merdeka sikap" yang direpresentasikan melalui etika, tanggung jawab, dan karakter yang kuat.

"Dan yang terakhir adalah merdeka aksi, yang berarti (mahasiswa harus memberikan, red) kontribusi nyata buat sesama," imbuhnya.

Tantangan Gen Z: Overload Informasi

Dalam kesempatan tersebut, Sudoto juga menyoroti bagaimana Generasi Z (Gen Z) menghadapi rintangan yang jauh berbeda dibandingkan generasi-generasi pendahulunya dalam upaya "mengisi" kemerdekaan. Derasnya arus digitalisasi membuat generasi ini harus berhadapan dengan kompleksitas zaman.

"Tantangan terbesar bagi Gen Z adalah overload (kelebihan, red) informasi, dituntut untuk menjadi multitalenta, dan masa depan yang buram," analisis Sudoto.

Di tengah tuntutan zaman yang serba cepat dan penuh ketidakpastian tersebut, Rektor ITICM memberikan wejangan khusus agar anak-anak muda tidak mudah tersesat atau kehilangan arah.

"Sikapnya harus fokus mencari jati diri yang asli, tanpa lelah untuk terus belajar," pungkasnya memberikan pesan penyemangat bagi generasi penerus bangsa.

Penulis: Arvendo Mahardika, S.Pd., M.M., Kepala LPPM, Kerja Sama, dan Inkubator Bisnis ITICM

icon

Ada Pertanyaan

Hubungi Kami Untuk Pengalaman Tebaik Anda

Hubungi Kami
Image


Profil ITICM
img
img
img
Brosur

Entrepreneur Muda ?

Bentuk diri anda di lingkungan yang cepat dan tepat.

Brosur Daftar Sekarang
img
Partner Kami

Bersinergi Membangun Negeri