Pesan Ketupel KKN ITICM di Pacet Mojokerto: Proker Kecil Jika Sungguh-Sungguh Akan Beri Manfaat Nyata
Fotografer: Saipul, mahasiswa KKN ITICM 2026
MOJOKERTO – Institut Teknologi Insan Cendekia Mandiri (ITICM) Sidoarjo resmi menerjunkan mahasiswanya untuk mengabdi ke masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan pengabdian ini dipusatkan di Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, dan akan berlangsung mulai 26 Agustus hingga 8 September 2026.
Pembukaan KKN tersebut berlangsung hangat dan disambut baik oleh perangkat desa setempat. Ketua Pelaksana (Ketupel) KKN ITICM, Ari Widianto, S.Kom., M.Kom., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pihak desa yang telah memfasilitasi para mahasiswa.
"Pada pagi hari ini kita melaksanakan pembukaan KKN. Kami utamanya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Pacet, Mojokerto, yang telah menyediakan ruang kolaborasi bersama untuk kegiatan KKN ini," ujar Ari saat membuka acara tersebut, Rabu (26/8/2026).
Menurut Ari, KKN bukanlah sekadar pemenuhan kewajiban SKS bagi mahasiswa, melainkan wadah pembelajaran langsung di tengah realitas sosial. Ia menekankan bahwa ilmu yang didapat di kampus harus bisa diimplementasikan secara nyata di tengah masyarakat.
"Kami juga di sini tentunya belajar, Bapak dan Ibu. Sebab, belajar itu tidak hanya di dalam ruang kuliah, tetapi juga bagaimana caranya kita bisa berkolaborasi, bekerja sama, dan memberikan kontribusi nyata untuk masyarakat," tambahnya.
Pesan Penting: Jaga Etika dan Maksimalkan Proker
Dalam kesempatan yang sama, Ari juga memberikan wejangan khusus kepada para mahasiswa yang akan menetap dan berbaur dengan warga Desa Pacet selama kurang lebih dua pekan ke depan. Ia mengingatkan bahwa adab dan komunikasi adalah kunci utama kesuksesan program pengabdian.
"Untuk teman-teman mahasiswa yang melaksanakan KKN, pesan kami tolong jaga etika dan sopan santun. Selain itu, senantiasalah menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat," tegas akademisi tersebut.
Terkait pelaksanaan Program Kerja (Proker), Ari menuntut komitmen penuh dari para mahasiswa. Ia menilai bahwa keberhasilan sebuah program tidak selalu diukur dari skala atau anggarannya yang besar, melainkan dari kesungguhan eksekusi dan dampaknya bagi warga desa.
"Terkait program kerja, kami mengimbau agar dilaksanakan sebaik mungkin. Meskipun programnya terbilang kecil, jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh, pasti akan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat," pungkasnya.
Kehadiran mahasiswa KKN ITICM Sidoarjo di Desa Pacet ini diharapkan dapat membawa inovasi segar, serta membangun sinergi yang saling menguntungkan antara dunia akademik dan masyarakat pedesaan.
Penulis: Arvendo Mahardika, S.Pd., M.M., Kepala LPPM, Kerja Sama, dan Inkubator Bisnis ITICM
