Diwarnai Lulusnya Mahasiswa Istimewa, Warek 1 ITICM Buktikan Komitmen Kampus Inklusif
SIDOARJO – Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai Sidang Terbuka Senat dalam rangka Yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 Institut Teknologi Insan Cendekia Mandiri (ITICM), Rabu (15/7/2026). Di balik selebrasi kelulusan tersebut, tersimpan cerita panjang tentang dedikasi, ketangguhan institusi, hingga komitmen pendidikan inklusif.
Wakil Rektor 1 ITICM, Prof. Dr. Ir. Julianus Hutabarat, M.S.I.E., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berjuang. Ia secara terbuka mengakui bahwa perjalanan kampus tidak selalu mulus, bahkan sempat menghadapi ujian berat yang diibaratkannya seperti "gelombang tsunami".
Namun, berkat langkah pemulihan (recovery) yang dikomandoi langsung oleh Rektor Dr. Sudoto beserta pihak Yayasan, ITICM berhasil berselancar melewati krisis tersebut dan kini berdiri tegak merayakan kelulusan mahasiswanya.
Komitmen Pendidikan Inklusif: Luluskan Mahasiswa Istimewa
Momen paling menyentuh dalam sambutan tersebut adalah ketika Prof. Jul, sapaan akrabnya, memberikan penghormatan khusus kepada salah satu peserta yudisium bernama Iko Erick. Kelulusan Erick menjadi bukti nyata keberhasilan ITICM dalam menyelenggarakan pendidikan inklusif yang ramah disabilitas.
"Kita sangat bangga bahwa tahun ini kita bisa meluluskan sahabat kita, Iko Erick. Ternyata beliau, dengan segala kekurangannya, mampu menyelesaikan studi di ITICM. Tidak gampang bagi sebuah perguruan tinggi untuk mampu meluluskan (mahasiswa istimewa) seperti itu," ungkap Prof. Jul dengan nada bangga.
Ia berpesan agar pencapaian kampus inklusi ini disuarakan luas kepada masyarakat sebagai bukti bahwa ITICM memberikan perlakuan yang setara dan pelayanan perkuliahan terbaik bagi seluruh anak bangsa tanpa diskriminasi.
Perjuangan Dosen dan Kelegaan Orang Tua
Prof. Jul juga mengajak para lulusan untuk mengingat kembali momen empat tahun lalu saat mereka pertama kali dilepas oleh orang tua di Sidoarjo dengan penuh tangisan haru. Kini, tangisan itu telah berubah menjadi kelegaan luar biasa.
"Hari ini, orang tua Anda sudah bisa bernapas lega dan bersyukur," tuturnya.
Di balik kesuksesan tersebut, ada perjuangan tak terlihat dari para dosen yang tanpa lelah mengawal proses akademik mahasiswa.
"Kami semua yang mendampingi Anda di sini, tiap hari itu deg-degan. Tidur pun memikirkan Anda semua, apakah skripsinya bisa selesai atau tidak. Ketika kami ditelepon, segera kami berikan respons. Itulah komitmen pelayanan ITICM yang tidak perlu diragukan lagi," tegasnya.
Pada yudisium kali ini, ITICM secara resmi menelurkan sarjana-sarjana baru dengan gelar Sarjana Teknik (S.T.) dari Prodi Teknik Logistik, Sarjana Bisnis (S.Bns.) dari Prodi Bisnis Digital, dan Sarjana Komputer (S.Kom.) dari Prodi Informatika.
Menutup sambutannya, Prof. Jul berharap kekurangan yang masih ada di masa lalu dapat menjadi cambuk bagi ITICM untuk terus membesar dan berjaya di Sidoarjo.
"Anak-anak generasi muda yang diharapkan menjadi motor penggerak Indonesia Emas adalah kalian. Jangan putus sampai di sini, teruslah berjuang dan gapai karier yang gemilang di tengah masyarakat," tutupnya penuh harap.
Penulis: Arvendo Mahardika, S.Pd., M.M., Kepala LPPM, Kerja Sama, dan Inkubator Bisnis ITICM
