Wujudkan Pesan Rektor Tampil Kritis dan Jujur, Lulusan Terbaik ITICM Sampaikan Terima Kasih Atas 4 Tahun Proses Pembelajaran

Wujudkan Pesan Rektor Tampil Kritis dan Jujur, Lulusan Terbaik ITICM Sampaikan Terima Kasih Atas 4 Tahun Proses Pembelajaran

SIDOARJO – Momen Yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 Institut Teknologi Insan Cendekia Mandiri (ITICM) pada Rabu (15/7/2026) tidak hanya diwarnai dengan pesan-pesan normatif, tetapi juga kejujuran yang menggelitik dari perwakilan mahasiswanya.

Indina Lu'luatuz Zainiyah, peraih predikat lulusan terbaik tingkat institut dari Program Studi Bisnis Digital, didaulat untuk menyampaikan pesan dan kesan mewakili para peserta yudisium. Dalam pidatonya, ia sukses membuktikan harapan Rektor ITICM, Dr. Sudoto, M.E. yang sebelumnya meminta para lulusan untuk jujur, berintegritas, dan berpikir kritis—melalui serangkaian memori dan masukan konstruktif bagi almamaternya.

Mengawali sambutannya, Indina mengajak rekan-rekannya bernostalgia. Ia mengenang masa-masa awal ketika mereka masih menjadi mahasiswa baru yang kebingungan mencari ruang kelas, hingga akhirnya ditempa oleh tugas kelompok, presentasi, revisi, dan tenggat waktu (deadline) yang kerap datang bersamaan.

"Tanpa terasa perjalanan itu telah membawa kita sampai di hari ini. Atas nama pribadi dan teman-teman, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh dosen, staf, dan keluarga besar ITICM yang selama kurang lebih empat tahun telah memberikan ilmu, arahan, dan dukungan," ungkap Indina.

Kritik Konstruktif Berbalut Diplomasi

Di tengah ungkapan rasa syukurnya, Indina menyelipkan sebuah kenangan berkesan yang mengundang senyum sekaligus menjadi masukan penting bagi pihak kampus. Dengan gaya bahasa yang kritis namun tetap santun, ia menyinggung adanya satu semester di mana mahasiswa harus benar-benar "belajar mandiri" karena ketiadaan proses perkuliahan.

"Ada satu semester yang cukup berkesan bagi saya, di mana kami mendapatkan pengalaman 'belajar mandiri' yang luar biasa karena tidak adanya perkuliahan. Mungkin itu adalah cara kami dilatih untuk menjadi lebih mandiri," selorohnya secara diplomatis.

Namun demikian, Indina menegaskan bahwa situasi tersebut tidak menyurutkan semangat angkatannya untuk menyelesaikan perjalanan akademik dengan sebaik-baiknya.

Sebagai wujud kepeduliannya terhadap institusi, ia menaruh harapan besar agar sistem akademik ITICM ke depannya dapat terus dibenahi.

"Semoga ke depannya ITICM semakin maju, sistem perkuliahannya semakin baik dan terarah, serta komunikasi antara kampus dan mahasiswa semakin optimal. Semoga adik-adik tingkat nantinya dapat menikmati proses perkuliahan yang lebih maksimal tanpa harus merasakan pengalaman 'semester belajar mandiri' seperti yang pernah kami rasakan," pesannya dengan lugas.

Siap Hadapi Tantangan dan Kejar Cuan

Menatap dunia pasca-kampus, Indina mengajak seluruh rekan sejawatnya, khususnya dari Program Studi Bisnis Digital, untuk tidak berhenti berkembang. Ia menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan pesatnya kemajuan teknologi serta keberanian untuk menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Pidato yang sarat makna dan kritik membangun tersebut kemudian ditutup oleh Indina dengan sebuah pantun jenaka yang langsung mencairkan suasana dan disambut riuh para peserta yudisium:

"Pergi ke pasar membeli pepaya,

Pulangnya membawa buah delima.

Empat tahun berjuang bersama,

Kini waktunya mengejar cuan yang berharga."

Penulis: Arvendo Mahardika, S.Pd., M.M., Kepala LPPM, Kerja Sama, dan Inkubator Bisnis ITICM

icon

Ada Pertanyaan

Hubungi Kami Untuk Pengalaman Tebaik Anda

Hubungi Kami
Image


Profil ITICM
img
img
img
Brosur

Entrepreneur Muda ?

Bentuk diri anda di lingkungan yang cepat dan tepat.

Brosur Daftar Sekarang
img
Partner Kami

Bersinergi Membangun Negeri