Yudisium Semester Genap ITICM: Kritisi Krisis Kejujuran, Rektor Tantang Lulusannya Jadi Agen Perubahan yang Membangun Negeri
SIDOARJO - Institut Teknologi Insan Cendekia Mandiri (ITICM) sukses menyelenggarakan Sidang Terbuka Senat dalam rangka Yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Acara yang menjadi gerbang penanda kelulusan ini digelar secara khidmat di Auditorium ICM Lt. 7 pada Rabu (15/7/2026).
Di hadapan para calon wisudawan yang bersiap menatap masa depan, Rektor ITICM, Dr. Sudoto, M.E., memberikan pesan menohok mengenai pentingnya menanamkan integritas di tengah kondisi bangsa saat ini.
Dalam sambutannya, ia menyoroti fenomena krisis kejujuran yang kerap menjangkiti pemangku jabatan penting di negeri ini. Menurutnya, kepintaran tanpa landasan moral hanya akan membawa kehancuran.
"Berilmu dan jujur, ini penting dan merupakan modal dasar. Manusia itu harus berilmu dan jujur. Apabila tidak jujur, maka nanti menjadi insan-insan yang korup. Orang pintar tapi menjadi perusak negeri. Marilah kita menjadi orang pintar yang membangun negeri," tegas Dr. Sudoto.
Sebagai perguruan tinggi yang lahir dari semangat religiositas Islam, Rektor menegaskan bahwa output kelulusan ITICM mutlak harus memiliki akhlak mulia, berintegritas, dan mempunyai kepedulian tinggi terhadap sesama manusia.
Tantangan Adaptasi dan Kontribusi Nyata Lulusan
Selain penguatan karakter, Rektor juga mengingatkan para lulusan mengenai tantangan disrupsi teknologi dan arus informasi yang melesat sangat cepat. Ia menuntut para alumni untuk tidak pernah berhenti belajar agar mampu beradaptasi, berpikir kritis, dan terus berinovasi di tengah perubahan zaman.
Lebih lanjut, ia menekankan identitas keilmuan para lulusan sebagai praktisi di bidang teknologi. Dr. Sudoto memaparkan bahwa esensi dari keilmuan teknologi adalah menghadirkan solusi dan kontribusi yang konkret bagi masyarakat luas.
"Karena kita ini adalah orang teknik, bagaimana bisa memberikan kontribusi yang nyata. Apalagi jurusan-jurusan kita ini luar biasa dan patut dibanggakan, seperti Informatika, Teknik Logistik, hingga Digital Marketing. Ini program studi yang bisa melahirkan kemandirian," imbuhnya dengan bangga.
Menutup arahannya, Dr. Sudoto menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas jerih payah para mahasiswa, dukungan doa orang tua, serta dedikasi tanpa lelah dari para dosen pengajar.
"Jadilah inovator. Jadilah agen-agen perubahan setelah lulus dari sini, sehingga nama ITICM menjadi harum dan dikenal oleh masyarakat secara luas. Teruslah berkarya, teruslah menginspirasi, dan teruslah menjadi pengabdi bagi negeri ini," tutupnya penuh harap.
Penulis: Arvendo Mahardika, S.Pd., M.M., Kepala LPPM, Kerja Sama, dan Inkubator Bisnis ITICM
